Tuesday, June 10, 2014

Pilihlah dengan Alasan

Siapa yang akan di pilih di Pilpres nanti ???


Ini pertanyaan yg sering muncul di tahun pemilu ini . Kita harus memilih dengan alasan yang tepat , karena ini akan menentukan kemana bangsa Indonesia akan di bawa oleh pemimpin baru kita . Namun banyaknya isu-isu miring atau black campaign yang menyebar luas di masyarakat membuat kita berpikir "JANGAN PILIH DIA .." bukan "SAYA PILIH NO ...." .

Mengenai hal ini saya mempunyai pandangan tersendiri ..
Ada beberapa pandangan kebanyakan masyarakat yang menurut saya salah .

#Pertama, pemimpin militer di kaitkan dengan orde baru ?
Ini pernyataan yang salah , militer yang di identikan dengan ketegasan bukan berarti akan kembali pada masa orde baru . Liat SBY , apakah kita merasakan seperti pada masa orde baru ? jawabannya Tidak .

#Kedua, Apakah jika Prabowo menang sistim pemerintahannya akan sama dengan orde baru ?
Jawabannya, bisa jadi .
Persepsi yang salah dengan masa Orde Baru adalah kita selalu beranggapan itu adalah masa kelam bangsa Indonesia , masa dimana yang membuat bangsa Indonesia hampir hancur , dan pada akhirnya kita berhasil "merdeka" pada tahun 1998 . Bagaimana tidak , di pendidikan SMA saja kita seperti diarahkan untuk membenci Soeharto dan hanya di ceritakan awal dan akhir masa Orba yang begitu kejam .Kita seperti dibutakan pada dampak positif atas adanya masa Orde Baru .
Bayangkan kalau bangsa kita tidak tidak melewati masa Orba . Mungkin pembangunan di Indonesia tidak akan "semaju" ini . Mungkin kita akan lebih tertinggal oleh bangsa lain . Dengan adanya Repelita yang dicanangkan pada masa Orde Baru , pembangunan di negeri ini menjadi lebih cepat dan berkembang .
Namun beberapa hal buruk yang ada pada masa Orde Baru inilah yang membuat kita berpikir negatif dengan masa Orse Baru , diantaranya :
1. Korupsi yang begitu kental .
2. Kekuasaan Presiden yang begitu kuat dan luas
3. HAM yang di tekan dan kebebasan pers yg di batasi .

Dengan hal diatas , sah-sah saja kalau saya bilang Prabowo kemungkinan akan menjalankan sistim pemerintahan seperti Orde Baru, melihat dari visi-misi dan sikapnya yang tegas dan cepat dalam mengambil keputusan , ini akan membuat bangsa Indonesia kembali mempunyai martabat di depan negera-negara besar di dunia , dan bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi negara yang maju . Seperti kalimat yang sering beliau ucapkan "Kita Harus Berdiri di Atas Kaki Kita Sendiri !" .

Menganai hal buruk pada masa Orba yang akan kembali terulang , menurut saya ini hampir Tidak Mungkin .
Alasannya sederhana , Sekarang Indonesia mempunyai KPK yang di bentuk oleh SBY untuk memberantas korupasi di negeri ini , dan Prabowo pun berkata akan lebih "menggalakkan" fungsi KPK ini sehingga kebocoran BUMN yang hampir 1000 triliun tiap tahunnya akan dapat di cegah.
Yang kedua, kekuasaan Presiden yang sudah tidak lagi se-"superior" dulu . Sekarang MPR mempunyai kewenangan untuk memberhentikan presiden apabila terbukti bersalah, di tambah lagi adanya undang-undang menganai batas masa jabatan presiden untuk dua kali masa jabatan . Hal ini jelas berbeda dengan masa Orba dulu .
Yang ketiga, HAM di negara kita sekarang sangatlah di perhatikan, kita bahkan menjadi salah satu negara yang paling memperhatikan tentang HAM , kebebasan pers pun sudah di undang-undangkan kan , berbeda dengan dulu yang begitu di larang .
Dengan alasan ini tidak mungkin Prabowo membawa kembali masa kelam Orba .

Mengenai isu pelanggaran HAM yang ditujukan pada beliau sendiri ini tidaklah benar . Pada saat itu TNI dan Polri masih bersatu yaitu ABRI . Prabowo mejabat sebagai Pankostrad dan Wiranto sebagai Panglima Besar . Prajurit yang melakukan penembakan pada mahasiswa bukan lah prajurit yang berada pada garis komando Prabowo , justru Wiranto lah yang harusnya bertanggung jawab . Lebih lengkapnya bisa di baca di  http://m.kompasiana.com/post/read/659837/1/inikah-penyebab-prabowo-dan-titiek-soeharto-berpisah.html

Dalam artikel ini saya tidak akan menjelekan salah satu pihak , biar lah orang yang menilai . Saya hanya ingin membangun persepsi bahwa kedua calon presiden kita adalah pemimpin yang bersih, baik, dan terbebas dari kabar miring yang tak mengenakan .
Yang membedakan adalah Karakter dari mereka yang Berbeda .

Kalau ditanya siapa yang saya akan pilih ? Saya tidak akan menjawab dengan alasan yang begitu detail .
Saya baru lulusan SMA tahun ini , maka saya akan beralasan dengan lebih sederhana ..

Pilpres ini saya analogikan seperti pemilihan ketua OSIS .
Ada dua calon kandidat , yang pertama memiliki pola pikir yang bagus, visi misi yang jelas untuk mengangkat nama sekolah, tegas karena pernah menjadi ketua ekstra semi militer (Prabowo purna Dan Kopasus) .
Dan kandidat yang kedua sangat rajin dalam bekerja, dekat dengan banyak teman (merakyat), dan juga sederhana .
Mana yang akan kalian pilih ?
Kalau saya lebih memilih untuk menempatkan yg No 1 di ketua Osis sebagai  leadership bagi organisasi (negara) yang ia pimpin . Dan yang kedua karena calon Steering Committee akan saya tempatkan di Kasie 5, karena itu adalah sentral organisasi yang paling harus si perhatikan . (dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta) .

Bagaimana dengan kalian ?
pilihlah dengan bijak , karena menurut saya , "Seorang Pemimpin Harus Menjadi Otak , Bukan Kaki Tangan"


Maaf kalau ada kesalahan , minta saran dan masukannya juga . Terimakasih .

No comments:

Post a Comment